ChangKyu – Terpintar?

Title                 : Terpintar?

Author             : aiiukiu

Pair                  :  kid changkyu

Rate                 : K+

Disclaimer       : cast bukan milik saya, hanya ff-nya saja hoho

Warning          : OOC, abal, Typo, kaga suka jangan baca aja…

 

“Umma, Appa, lihat ini aku mendapat nilai cempulna !! Lihat ini..!!”

“Kyu! Mana sopan santunmu ketika masuk rumah?”

“Ah, Donghae-ah! Itu tidak penting. Yang telpenting cekalang nilai matematikaku yang cempulna!”

“….”

“Umma..!!! Appa…!!”

 

Donghae POV

Satu bulan sudah kami pindah ke Seoul, berarti sudah hampir satu bulan aku sekolah disini. Artinya, semua guru sudah mengadakan posttest. Dan hari ini, semua siswa sudah mendapatkan selembar hasil posttest yang dibagikan oleh wali kelas masing-masing. Yaa, di sekolah baruku memang mangadakan posttest setiap bulannya agar guru tahu sejauh mana kemampuan siswa untuk memahami materinya. Mungkin.. entahlah aku tak peduli hehehehe..

Hari ini sungguh mengganggu indra pendengaranku. Bagaimana tidak, sedari tadi adik kecilku teriak-teriak gaje dihadapanku. Lihat saja, baru mendapat nilai sempura di mata pelajaran matematika saja sudah bangga. Ah, tunggu bukan hanya matematika sih, tapi semua mata pelajaran nilainya hampir mencapai sempurna. Mmm,,, aku akui dia memang pintar dalam hal itu. Namun tidak untuk olahraga. Anak itu sangat lemah. Ku ulangi lagi SANGAT LEMAH. Hohohoho

 

“Wah, Kyunnie.. ini sangat bagus. Appa sangat bangga pada mu” kata Appa –kangin- sambil mengusap kepala Kyuhyun bangga lalu menggendongnya.

“Tentu caja, Kyuhyun kan namja telpintal di celuruh dunia.. hehehe” jawab Kyu dengan membusungkan dadanya. Huh, dasar evil satu ini. Terpintar di seluruh dunia, apa dia bercanda?

“Donghae-ah, bagaimana hasil posttestmu kali ini?” kata Appa setelah menaruh(?) Kyu kembali ke lantai

“Aku ….”

“Appa, Hae-hyung mendapat nilai jelek, tak cebagus punya Kyu hohohohoho..”

Apa-apaan evil kecil satu ini, dia selalu saja mengejekku.. awas saja kalau hujan petir  malam nanti, tak akan aku temani tidur kali ini.

“Nilaiku memang tak sebagus punyamu Kyunnie-ah, tapi punyaku lumayan kok.. ini appa” segera ku berikan lembar hasil postest itu. Aku takut sih, kalau appa marah karna nilaiku tak sebagus milik Kyu.

“Nilaimu juga bagus kok Hae-ah.. Appa sangat bangga pada kalian semua. Anak appa memang anak-anak terpintar.” Kata appa dan ia memelukku serta adikku.

Donghae pov end

 

Kyuhyun pov

“Nilaimu juga bagus kok Hae-ah.. Appa sangat bangga pada kalian semua. Anak appa memang anak-anak terpintar.” Kata appa dan ia memeluku serta kakak ku.

Ah, appa ini bagaimana sih. Jelas-jelas kalau nilaiku lebih baik dari ikan itu. Dan lihat sekarang, ia tersenyum menang saat appa memeluk kami berdua. Huft, appa payah..

“Tapi appa, nilai ku kan lebih bagus dali Hae…” kataku sambil mempoutkan bibirku

“Kyunnie, Donghae itu kakakmu. Seharusnya panggil dengan sebutan hyung, arra?”

“Nee.. Tapi appa..”

“Tapi apa kyunnie? Appa tau, nilaimu lebih bagus dari milik Hae hyung. Tapi bagi Appa, nilai itu tidak penting. Yang terpenting adalah kasih sayang, arraso?” kata Appa sambil menaruh telunjuknya tepat di dadaku.

“maksudnya appa?” tanya ku sedikit tak mengerti. Kenapa nilai dibandingkan kasih sayang?

“Appa tidak akan membedakan kalian. Setiap orang memiliki kelebihan masing-masing, kyunnie. Kamu memang pintar dalam matematika, tapi Donghae juga pintar dalam olahraga dan menari.”

“Benar kata Appa mu, kyunnie.. kami tak akan pernah membandingkan kalian. Karna kalian berdua adalah anak kami yang paling hebat!”

“Ummaa!!” teriakku ketika melihat umma telah berada di hadapan kami dan segera aku memeluknya

“Umma sudah buatkan kalian makan siang yang istimewa, kajja kita makan!”

Kyuhyun pov end

 

Setelah makan siang bersama, seperti yang biasa Cho’s family ini menghabiskan waktu mereka di ruang tengah. Sang appa dan umma entah membicarakan apa, sedangkan Donghae dan Kyu sedang bermain game bersama. Bisa ditentukan kalau yang menjadi jawaranya ialah si bungsu, dengan cara yang ‘sedikit’ melenceng tentunya.

“Kyu, kau selalu curang kalau bermain game bersamaku. Aku tak mau main lagi denganmu!”

“Kau cendili caja yang tak bica belmain game, hyung.”

“Kenapa selalu mengejekku kalau aku tak bisa bermain game? Kau saja yang curang Kyu..”

“Aku tidak culang Hae-ah! Appa, umma.. Hae hyung bilang kalo aku maen culang. Aku kan tidak culang..”

“Sudah-sudah, Kyunnie.. Umma pernah bilangkan kalau anak yang suka bermain curang itu temennya setan. Kyu mau jadi temennya setan eoh?”

“Aniyo umma..”

“Ayo janji kalau Kyunnie tidak akan bermain curang lagi sama umma dan appa..”

“Nee, Kyuhyun janji tak akan belmain dengan culang lagi. Tapi kalau telpaksa, tidak apakan umma?”

“Itu sama saja bermain curang Kyu, ah.. kapan kau mengerti tentang ini?”

“Tapikan Kyu tak mau kalah dali mu, Hae hyung..”

“Hahaha.. sudah-sudah, kalian berhenti main gamenya. Apa kalian tidak lelah eoh? Kyuhyun-ah, kau sudah berjanji pada kami semua, jadi kalau kau melanggar janjimu maka, kau tau akibatnyakan?” Tanya Kangin sang appa

“Tidak akan ada es klim cpecial saat makan malam..” jawab si bungsu lesu

“Makannya, jangan bermain curang my little brother.. agar dapat es krim kesukaanmu selalu nee..” Kata Donghae dengan senyum kemenangan.

“Oya, nanti malam Junsu dan Changmin akan menginap malam ini. Kalian mau kan berbagi tempat tidur untuk mereka?” Tanya sang umma

“Tentu caja umma, Minnie akan tidul belcama Kyu! Holee…!!” jawab Kyuhyun semangat, dengan pikiran anak kecil yang bisa kita tebak ‘bermain game sepanjang malam’

“Memangnya ada apa umma, kenapa mereka menginap di sini?” Tanya Donghae penasaran

“Orangtua mereka ada acara nanti malam, jadi mereka menitipkan Junsu dan Changmin di sini. Kalian tak keberatankan?”

“Tentu tidak umma,” jawab kedua kakak beradik itu serempak

 

-malam harinya-

 

“Maaf Teuki-ah, Kangin-ah kami merepotkanmu..”

“Tidak masalah Jae-ah, sesama sahabat harus saling membantu kan? Lagi pula mereka juga sudah ku anggap anak-anak ku sendiri.” Kata Leeteuk sambil mengacak-acak rambut changmin halus.

“Baiklah kalau begitu kalian baik-baik di sini, jangan merepotkan teukie ahjumma ne..”

“Ne.. umma” jawab kedua anak YunJae tersebut kompak.

“Kami pergi dulu, Teuki-ah, Kangin-ah.. selamat malam..” kata YunJae setelah mencium kening kedua putranya.

“Ne.. hati-hati dan salam untuk Paman dan Bibi Lee yaa.” Kata Leeteuk melambaikan tangan untuk pasangan Yunjae dan menutup pintu setelah meilhat mobil kedua Jung itu menghilang di tikunngan.

“Nah, Junsu , Changmin ayo masuk, Hae dan Kyunnie sudah menunggu mu di dalam.”

Dengan segera duo kakak beradik Jung itu dengan semangat berlari –khusus changmin- ke dalam ruang keluarga dan menemukan dua orang – bocah – yang sedang asyik menonton kartun. Yup ini adalah jadwal rutin mereka untuk menonton kartun dengan tokoh utama berbetuk kotak berwarna kuning yang tinggal di rumah nanas di bawah laut dengan sahabat seekor bintang laut.

“Hai Donghae hyung, hai Kyu!” ucap si bungsu Jung dengan gembira dan duduk di samping Kyuhyun. Donghae menoleh dan mendapati Changmin yang telah duduk di samping dongsaengnya dan Junsu yang masih berdiri sambil melambaikan tangan ke arahnya.

“Hai Minnie! Ya.. Junsu-ah duduk sini di sebelahku!” Kata Donghae. Junsu yang merasa terpanggilpun duduk di sebelah Donghae.

“Junsu-ah, sejak kapan kau datang? Kenapa aku tidak tahu?” tanya Donghae setelah dirasakan Junsu duduk dengan posisi yang pas.  “Baru saja Hae. Kau terlalu sibuk mennton kartun kuning ini sih..”

“Hehehe… Ssstt! Jangan terlalu kencang bicara hal aneh tentang Spongebob. Nanti aka nada evil yang mengamuk karena sang idola diejek.” Kata Donghae sedikit berbisik dan melirik adik semata wayangnya itu dengan sedikit bergidik. “Hahaha kau ada ada saja Hae-ah, aku kira Kyuhyunnie tak mungkin berbuat hal seperti itu.” Junsu tak percaya. “Terserah kau sajalah, aku sudah mengingatkan.”

“Ini anak – anak eomma ada sedikit kue, dimakannya. Hae suruh Junsu dan Changmin memakan kuenya yaa!” Kata Leeteuk meletakkan sepiring Kue. “ Iya eomma. Ayo Su-ie, Minnie dimakan. Kue buatan eommaku enak looh!” ajak Donghae pada dua bocah Jung dan berhasil.

“Kyunnie ah, kau tak mau kuenya? Kalau begitu akan aku ambil jatah mu!” Kata Changmin menyenggol –memukul pelan- lengan teman di sebelahnya itu.

“Apaaa… Chwang! Kapan kamu datang?”

“Dari tadi Changmin ada di sampingmu apa kau tak sadar?” tanya Donghae pada adiknya yang dijawab dengan cengiran gaje khas Kyuhyun. Changmin yang melihat senyuman Kyuhyun tanpa sadar sebuah lengkungan tercetak di bibirnya.

“Iya Kyu, kau tak sadar jika aku duduk di sampingmu? Oh kurasa seperti ini rasanya diacuhkan oleh teman sendiri, sakit!” jawab changmin dengan tangan kiri memegang dada sebelah kirinya dan tangan kanan memegang kue.

“Huee.. maafkan Kyunnie ne.. Kyunnie tidak cengaja mengacuhkan Chwang, Kyunnie hanya .. hanyaa.. huee maafkan Kyunnie..!” kata Kyuhyun dengan memeluk teman kecilnya itu. Donghae dan Junsu yang melihatnya hanya memutarkan matanya dan berkata –aneh- dengan suara yang sepelan mungkin. Sedangkan yang dipeluk tanpa mereka sadari semburat merah tercetak di pipinya, walau tidak terlalu tampak. Blushing eoh? Kkk

“Ne.. ne Minnie sudah memaafkan Kyunnie kok, nah itu ada kue dimakan ne?” jawab Changmin setelah mereka melepaskan pelukan, yaa walau sedikit ada rasa tidak rela di hati. Dan Kyuhyun pun memakan kue yang tersedia di depannya.

 

Tak terasa 30 menit berlalu, dan kartun wajib yang mereka tonton telah usai.

“Aaa… kenapa cudah celecai? Kyu macih pingin menontonnya!” Teriak Kyuhyun.

“Sudahlah Kyunnie.. bagaimana kalau sekarang kita bermain game? Pasti menyenangkan!”

“Ide yang baguc Chwang!! Hae ah, Jun – Jun hyung, ayo main game!!”

“Kyu, bukankah kamu ada tugas mengarang dari Mr.Park? kau lupa eoh?” jawab Donghae

“Mmm.. Kyu akan membuatnya cetelah main game. Ayo hyung temani kami main game.. yayaya!” bujuk kyuhyun pada donghae semakin menggebu.

“Tidak bisa Kyu, setelah main game pasti kamu lelah dan langsung tidur. Kerjakan sekarang ne? Hyung bantu.”

“Arra.. arra.. ichh, hae menyebalkan!” jawab Kyuhun menghentak – hentakkan kakinya dan bibirnya pun membentuk kerucut. Imut.

“Minnie, ayo bikin tugac Mictel Palk belcama – cama. Aku yakin kamu pacti belum membuatnya kan?”

“Baiklah ayo kerjakan bersama! Junsu hyung, Bantu yaa..” jawab Changmin dan memaksa hyungnya untuk membantunya seperti yang akan dilakukan Hae pada Kyu. Dan anggukan kepala Junsu merupakan jawabannya. Yah sebenarnya Junsu malas meladeni dongsaengnya ini, tapi jika dia tidak membantunya apa yang akan dilakukannya?.

 

Ditengah –tengah keseriusan mereka mengerjakan tugas

“Ah.. aku penacalan mengapa cpongebob menggunakan bahasa kolea? Bukankah dia dali Amelika?” tanya Kyuhun memecah keheningan.

“Karena sudah dialihkan bahasa Kyunnie.” Jawab Donghae sabar.

“Lalu kenapa tinggal di lumah nanac? Kenapa tidak cepelti lumah cekuidwold?” Tanyanya lagi.

“Itu karena Spongebob special Kyunnie.” Kali ini Changmin menjawab. Yah walaupun asal.

“Lalu, cpongebob itu kejukan? Mengapa hidup di dalam laut?” Tanya Kyuhyun –lagi-

“Hahahaha.. Kyunnie ku saying yang termanis dan terpintar, spongebob itu spons bukan keju. Masa iya keju ada dilautan? Namanya aja jelas ‘SPONGEBOB’ berarti dia spons Kyunnie..” kata Donghae yang sedikit menahan tawanya agar sang dongsaeng tak mengamuk.

“Benal itu Chwang?” tantanya pada changmin dengan sorotan mata tajam mengarah pada Changmin dan Junsu. Dibalas dengan anggukan mereka berdua yang takut akan amukan Kyuhyun.

“ohh.. belalti celama ini Kyunnie calah mengila (mengira) kalo cpongebob itu keju.. Hae hyung tu gimana cih, kacih infolmaci itu dali dulu dong jadi Kyunnie bicca tambah pintal!”

 

“EH??” Donghae Changmin dan Junsu sepertinya harus ekstra sabar menghadapi bocah evil yang narsisnya ngga ketulingan ini. hohoho

 

 

END

~~~~~ \(^….^)/~~~~~

Changkyu – First Meet

Title                 : First Meet

Author             : aiiukiu

Pair                  :  kid changkyu

Disclaimer       : cast bukan milik saya, hanya ff-nya saja hoho

Warning          : BoysLove/ yaoi, OOC, abal, Typo, kaga suka jangan baca aja…

“Eomma, kapan kita sampai di rumah baru kita?”

“Sebentar lagi Hae-ah, kau sudah tidak sabar ya?”

“Tunggulah sebentar lagi Hae-ah, kenapa kau tidak main sama Kyuhyunnie?”

“Bagaimana mau main appa, kalau dia sibuk dengan PSP barunya.”

“oh, aku kira dia tidur Hae-ah.”

“Memang sekarang dia sudah tertidur eomma…”

“Kalau begitu kau tidur dulu Hae-ah, nanti kalau sudah sampai pasti appa bangunin”

“Benar kata appa, Hae-ah. Tidurlah selagi kamu menunggu. Apa kau tidak lelah hm?”

“Baiklah,, aku akan tidur, tapi eomma dan appa janji membangunkan ku kalau sudah sampai”

“Tentu saja chagiya.. jaljayo ne..”

.

.aiiu.

.

Kyuhyun POV

“Kyuhyun…. Bangun,!! Ayo bangun!! Kau tak ingin melihat rumah baru kita? Bangun Kyu..!!”

Aku sedang bermain game di PSP yang baru saja dibelikan appa padaku. Disaat aku akan menamatkan level yang menurutku sulit itu, tiba-tiba terdengar suara yang lebih tepat dikatakan sebagai teriakan dan akibat teriakan itu semua mimpiku lenyap seketika. Oke aku tahu kalau aku hanya bermimpi, tapi rasanya menyesakkan sekali. Siapa yang tidak terganggu jika sedang mimpi yang sangat indah tapi tiba-tiba hilang begitu saja akibat teriakan yang super annoying itu.

Sudahkah aku mengenalkan diriku? Baiklah, perkenalkan namaku Cho Kyuhyun. Namja tertampan dan terpintar didunia. Aku berbohong? Tentu saja tidak! Dan jika kalian tak percaya siap-siap saja aku hajar dimanapun kalian berada.. kekekeke… Eommaku, Cho Jungsoo atau biasa dipanggil Leeteuk,  adalah namja terbaik didunia melebihi eomma-eomma yang lain di dunia ini. Sedangkan appaku, Cho YoungWoon biasa dipanggil Kangin, adalah namja tertampan kedua setelah aku tentunya.  Yang terakhir, Cho Donghae, dia hyungku.  Namja yang menyebalkan, cerewet dan cengeng. Karna itulah aku selalu bersikap apatis kepadanya.  Yah, walau begitu aku sangat menyayanginya. Ku ulangi SANGAT menyayanginya. Dan kenapa kami jauh-jauh pindah dari Busan ke Seoul? Jawabannya karna appaku dipindahkerjakan ke Seoul, sehingga kami sekeluarga harus ikut appa ke Seoul. oke mungkin itu sudah cukup.

Ku buka mataku malas-malas. Aku mendapati tubuhku masih berada di dalam mobil sementara kedua orangtuaku dan Donghae sudah turun dari mobil. Segera kulangkahkan kaki keluar dari mobil menyusul keluargaku.

“Omona.. Rumahnya bagus eomma, appa!  Walaupun tak lebih besar dibandingkan rumah kita di Busan , tapi menurutku ini lebih bagus!!” kata Donghae, ketara sekali kalau dia senang bahkan suka dengan rumah baru kita.

“Kau menyukainya?” Tanya Eomma. “Tentu saja eomma, sangat suka malah.” Jawab Donghae dengan memeluk Eomma.

“Bagaimana dengan mu, Kyu? Kau menyukainya?” Tanya appa kepadaku.

“Tentu  Kyu menyukainya appa, lumah ini cungguh lual biaca!” kataku dengan mata berbinar. Appa tersenyum dan menggendongku.

“Baiklah ayo kita lihat keajaiban apa yang ada didalam.” Kata appa setelah memutar kunci tanda pintu sudah tak terkunci. Dibukanya pintu rumah itu, dan aku sangat tercengang dengan yang ada didalamnya.

“Aku tak menyangka rumah ini begitu luas, Kangin-ah. Gomawoyo..” Kata eomma dan mencium pipi appa dan dahiku.

“Kyuhyunnie… lihat apa yang kutemukan!”  teriak Donghae di belakang. Appa menurunkanku dan aku segera menghampiri  asal suara.

Kyuhyun POV end

“Omo.. ini indah cekali Hae-ah. Padang lumput, kebun bunga dan oh.. Lihat Hae-ah ada banyak temanmu!” kataku dan langsung menuju ke kolam ikan mas koi itu.

“Kyu kau itu dongsaengku dan aku hyungmu. Panggil aku hyung dong Kyu!”

“Hae-ah kau itu lebih pantas kalau jadi dongsaengku! Cecara aku lebih pintal dibanding kamu”

“Mana ada hyung cadel. Adanya itu dongsaeng cadel.”

“Aku tidak cadel Hae-ah, hanya tidak bica bilang huluf ‘L’ caja.”

“Ara ara, sulit bicara denganmu Kyu.”

“Kau bicara caja culit, bagaimana mengeljakan…. Aaa..! Lihat Hae-ah! Ikannya melompat!”

“Hae-ah, Kyuhyun-ah. Kalian tak mau lihat kamar kalian?” teriak Leeteuk .

“Kyuhyun-ah ayo!kau tak ingin lihat kamar baru kita?” kata Donghae sambil menarik tangan mungil Kyuhyun.

“Tentu aku ingin melihatnya, cemoga aku tidak cekamar lagi denganmu Hae-ah.” Kata Kyuhyun sambil berjalan menuju kedua orang tuanya.

“Kamar kita ada diatas appa?” Tanya Donghae saat mereka sudah berada di lantai atas.

“Tentu saja Hae-ah, memang kenapa?”

“Wah ini mengasyikkan, aku kira rumah ini tidak ada lantai duanya.” Girang Donghae.

“Lalu, kamal eomma dan appa dimana? Dicini hanya ada dua kamal..” Tanya Kyu penasaran.

“Tentu di bawah chagi, kenapa? Kau takut tidur sendiri, eoh?” Balas Leeteuk sambil membelai surai madu milik Kyuhyun. “Aniya! Hanya Tanya caja eomma.”

“Bilang saja kau takut Kyunnie” Ledek Donghae, “Ani.. capa yang bilang kalau aku takut tidul cendili? Kyu kan pembelani. Bukan cepelti mu Hae-ah, kau celalu takut gelap.” Cerecos Kyuhyun tak mau kalah.

“Sudahlah, kedua anak appa adalah Namja yang pemberani,tampan dan pintar. Sekarang jangan berkelahi lagi oke! Dan kau Kyu, panggil Donghae dengan ‘hyung’ mengerti?” lerai sang kepala keluarga

“Ne.. appa.” Jawab Kyuhyun dengan kepala tertunduk. Sementara Donghae, dia tersenyum puas.

“Ini Kamarmu Hae-ah, dan disebelah sana kamar Kyuhyun.” Jelas Kangin kepada kedua anaknya.

“Appa, ini bagus dan lebih luas dibanding dengan kamarku yang dulu. Gomawo appa.” Kata Donghae setelah masuk di kamar miliknya.

“Aku juga menyukainya appa, Gomawo, caranghae appa, eomma!” Kata Kyuhyun tak ingin kalah dengan Donghae.”

.

.aiiu.

.

Setelah menata semua barang  –sebenarnya hanya pakaian mereka saja- , akhirnya kedua anak tersebut tidur dengan lelap. Sementara kedua orangtua mereka sibuk menyiapkan perayaan menempati rumah baru mereka itu.

“Kangin-ah, kau sudah menghubungi Hanggeng dan Heechulkan kalau kita sudah pindah di Seoul hari ini.?” Tanya sang eomma

“Tentu  yeobo.. aku juga sudah memberi tahu Yunho kalau kita sudah disini.”

“Baguslah, kalau begitu aku harus menyiapkan banyak makanan.” “Lalu apa kau sudah mengurusi semua keperluan sekolah Donghae dan Kyuhyun?”

“Tentu saja yeobo, semuanya sudah ku atur. Semoga saja mereka suka dengan sekolah baru mereka.” Jawab Kangin sambil mencium pucuk kepala Leeteuk.

“Aku takut jika Kyuhyun tidak memiliki teman di sana, apalagi ini pertama kalinya dia masuk sekolah dasar.” Khawatir Leeteuk pada Kangin.

“Tenang saja, chagia, anak Yunho juga seumuran dengan Kyuhyun. Dan dia juga disekolahkan di tempat yang sama dengan Kyuhyun. Sekarang tak ada yang perlu kau takutkan, ne?” terang kangin dengan mengelus punggung Leeteuk.

-malam hari-

“Kangin hyung, Teukie hyung, aku suka dengan rumah baru kalian. Kapan-kapan bolehkah aku menginap disini?” Tanya Heechul dengan seringai yang sulit diartikan. “Haha.. tentu saja Chullie-ah, kapan saja kau mau.” Jawab Leeteuk dengan ramah.

TING TONG TING TONG  –bunyi bel-

“Oh mungkin tamu yang kita tunggu sudah datang.” Kata Leeteuk dan segera menuju pintu utama.

“Akhirnya kalian datang juga. Ayo masuk!” perintah Leeteuk mempersilahkan keluarga Jung masuk dan menuju ruang makan.

“Annyeong, semuanya maaf membuat kalian lama menunggu kami.” Kata Jaejoong sambil membungkukan badan dan diikuti oleh keluarga yang lainnya. “Tak, apa Jae-ah, ayo silahkan duduk!” kata Kangin.

“Yunho-ah, kau tak mau memperkenalkan anakmu pada kami?” sindir Heechul.

“Oh, maafkan aku semuanya. Junsu, Changmin, perkenalkan diri kalian pada keluarga Cho.” Perintah Jung Yunho.

Changmin POV

“Perkenalkan, Jung Junsu imnida. Kelas 4 SD. Salam kenal..” Kata Junsu hyung memperkenalkan diri di hadapan keluarga Cho.

“Perkenalkan, Jung Changmin imnida. Kelas 1 SD. Salam kenal..” kataku sambil membungkukan badan seperti yang diajarkan appa dan eomma. Setelah kududukan kembali diriku, aku melihat seorang namja berambut coklat ikal duduk di sebelah Leeteuk ahjussi. Satu hal yang ada di benakku tentak namja itu, dia manis sekali..

“ Nah, mereka sudah memperkenalkan diri. Sekarang giliran kalian, perkenalkan diri kalian dihadapan keluarga Jung!” perintah namja cantik di sebelah eomma, tentu lebih cantik eommaku.

“Memangnya kau ciapa Chullie ahjumma, ceenaknya memerintah kami.” Kata anak manis itu. Astaga wajahnya tak seperti cara bicaranya.

“Kyuhyun-ah, Sopanlah dengan ahjumma mu, atau kau mau PSP barumu appa sita?” kata Kangin ahjussi. “Andwe.!! Ne, appa aku akan copan dengan nenek lampil itu.” Jawab nama manis yang ku ketahui bernama Kyuhyun itu. Hihi dia lucu juga kalau ketakutan. Sementara aku melihat kearah Heechul ahjussi, ada kilatan kemarahan tergambar jelas di matanya dan seorang ahjussi berwajah China menenangkannya.

Setelah insiden itu, seorang namja berdiri, dia juga manis, tapi tak lebih manis dari Kyuhyun. Ah, apa aku sudah mulai tertarik dengan namja bernama Kyuhyun itu?

“Annyeong, Cho Donghae imnida. Kelas 4 SD. Salam kenal.. mmm, maafkan kelakuan tak sopan  dongsaeng kami,” Kata namja yang bernama Donghae. Eh, dia seumuran dengan Junsu hyung? Jangan-jangan…

“Annyeong, Cho Kyuhyun imnida. Namja teltampan dan telpintal di dunia. calam kenal.”  Kata Kyuhyun. Tunggu, aku salah dengar atau dia memang cedal? Memang berapa sih umur namja manis itu? Dan apa katanya, tertampan dan terpintar? Apa dia bercanda? Termanis juga aku baru setuju.

Semua orang disana tersenyum dengan perkenalan Kyuhyun. Setelah itu appa berkata kepadaku kalau Kyuhyun dan Donghae hyung akan bersekolah di sekolah yang sama dengan kami. Aku sangat senang mendengarnya, apalagi setelah mengetahui bahwa Kyuhyun akan sekelas dengan ku. Hihihi duniaku akan penuh warna dengan namja manis itu.

Changmin POV end

.

.ayano.

.

Setelah makan malam bersama, orang-orang dewasa di lantai dasar dan mengobrol apa yang menurut mereka menarik. Apalagi setelah sekian lama mereka tak bertemu. keluarga Jung memang sudah lama tinggal di Seoul dan Cho Heechul serta Tan Hanggeng baru beberapa bulan yang lalu tinggal di Seoul. Sedangkan para anak-anak berada di lantai atas.

“Kyuhyun-ah, kau jangan main terus dengan PSP mu itu, kasian Junsu dan Changmin tak bisa main bersama kita.” Kata Donghae menbujuk Kyu agar berhenti bermain sendirian. Dan sepertinya usahanya berhasil. “Kau mengganggu caja Hae-ah.” Balasnya sambil ikut duduk menggerombol di sebelah Changmin.

“Baiklah, kita mau main apa sekarang?” Tanya Junsu. “Bagaimana kalau Monopoli, kalian mau?”  usul Donghae.

“Aku ikut, kau Minnie?” Tanya Junsu “Aku juga ikut.” Jawab Changmin.

“Kyu, kau ikut?” Tanya Donghae. “Apa aku punya pilihan lain Hae-ah?” Tanya Kyuhyun balik.

“baiklah sudah diputuskan semua ikut! Ayo main!” kata Donghae semangat.

.

Setelah beberapa lama mereka bermain, akhirnya si kecil  Kyuhyun terlihat bosan dan mengantuk. Plukk. Kyuhyun jatuh tertidur di pundak Changmin. Sang pemilik pundak pun kaget dan beberapa detik kemudian tersungging senyum manis di wajahnya. Ia senang karna pundaknya menjadi sandaran namja manis yang telah menarik perhatiannya itu.

“Kyunnie, sekarang giliran.. Omo, Changmin-ah, apa Kyuhyun tertidur?” kata Donghae.

“Kurasa juga begitu Donghae hyung. Sepertinya dia bosan.” Jawab Changmin.

“Maaf Changmin-ah, dia tidur di pundakmu. Tunggu biar aku bangunkan anak nakal ini.”

“Tidak usah Donghae hyung, biar aku yang menuntunnya ke kamarnya. Dimana kamarnya hyung?”

“Tidak usah Changmin-ah, biar aku saja…”

“Tidak apa hyung, hyung teruskan saja bermainnya.” Kata Changmin memotong perkataan Donghae. “Baiklah kalau itu maumu. Kamarnya di sebelah sana, gomawo ne Changmin-ah.” Kata Donghae.

Dengan hati-hati, Changmin menuntun Kyuhyun menuju kamarnya untuk menidurkannya. Entah Kyuhun yang terlalu lelah atau Changmin yang terlalu berhati-hati , Kyuhyun tak terbangun hingga ia sampai di ranjangnya. Setelah menidurkan Kyuhyun entah kenapa Changmin juga merasakan kantuknya. Ia pun tertidur di samping Kyuhyun.

.ayano.

“Changminnie, bangun. Ayo kita pulang.” Bisik Jaejoong membangunkan Changmin.

.

Beberapa menit kemudian keluarga Jung sudah berada di depan pintu utama keluarga Cho.

“Kangin-ah, Teukie-ah, kami permisi dulu. Gomawo  atas jamuan makan malamnya. Sangat enak ! ”Kata Jaejoong.

“Sama-sama Jae-ah,  terimakasih juga kalian sudah repot-repot datang kesini.” Jawab Leeteuk.

“Kalau begitu kami permisi pulang ne.. annyeong semua” Kata Yunho

“Ne, hati-hati ya kalian semua.” Jawab Kangin

Tak beberapa lama, Hanggeng dan Heechul pun pulang. Awalnya Kangin menyuruh mereka menginap saja disana. Tapi mereka menolaknya, katanya besok masih ada kerjaan yang tak bisa ditinggalkan.

-keesokan harinya-

“Pagi appa, eomma..” Sapa Donghae saat sampai di ruang makan.

“Pagi Hae-ah, Kyuhyun mana?” Tanya Kangin. “Aku kira dia sudah disini appa, kalau begitu aku akan kekamarnya lagi.” Kata Donghae

“Tidak usah Hae-ah, biar eomma saja yang kesana.”

Sesampainya Leeteuk di depan kamar Kyuhyun,

“Kyu, ayo ke bawah sarapan bersama.” Namun lama tak ada jawaban.

“Kyu, eomma masuk ya..” Leeteuk membuka pintu kamar Kyuhyun dan menemukan Kyuhyun duduk di ranjangnya dengan wajah yang terlihat kalut. Didudukan dirinya di sebelah anak bungsunya itu.

“Ada apa Kyu? Ada yang kau pikirkan?”

“A..aku takut pelgi ke cekolah balu itu eomma.” Jawab Kyu dengan wajah tertunduk.

Dipeluknya anak bungsunya itu berharap ia bisa menenangkannya. “Tidak ada yang perlu kamu takutkan Kyu, kan Donghae hyung satu sekolah denganmu.”

“Ta..tapi Donghae ngga catu kelas dengan Kyunnie.”

“Walaupun tidak satu kelas, masih ada Changmin yang menjagamu disana chagiya..”

“Changmin? Jung Changmin yang tadi malam itu?”

“Ne, kau masih mengingatnya kan?”

“Eum..” angguk Kyuhyun. “Tak ada lagi yang kau takutkan lagi kan Kyunnie?” Tanya Leeteuk yang dibalas dengan anggukan Kyuhyun lagi.

“Kalau begitu ayo ke bawah dan sarapan bersama.” Ajak sang eomma dan menggandeng tangan mungil Kyuhyun hingga sampai di ruang makan.

Setelah sarapan, mereka beranjak keluar rumah. Kangin dan Leeteuk mengantar Donghae dan Kyuhyun berangkat sekolah. Sesampainya di Sekolah  Donghae menggandeng tangan mungil Kyuhyun menuju ke sekolah. Ia tahu kalau dongsaeng kecilnya itu takut karna ini pertama kalinya ia masuk ke sekolah dasar. Walaupun mereka terbilang sudah terlambat karna mereka masuk setelah 2 minggu tahun pelajaran baru dimulai. Mereka terpisah saat wali kelas mereka menuntun ke kelas mereka masing-masing.

Kyuhyun POV

Aku sampai di depan kelasku bersama Shin Seosangnim. Awalnya aku masih merasa takut. Namun, setelah Shin Seosangnim membisikan kata-kata penyemangat untukku, aku sudah tak takut lagi. Kami masuk kelas, dan suasana kelas mendadak riuh. Sepertinya mereka membicarakanku.

“Kyuhyun-ah, sekarang perkenalkan dirimu di depan teman-teman.” Kata Shin seosang kepadaku.

“Annyeong, Cho Kyuhyun Imnida. Bangapcumnida.” Kataku diakhiri dengan membungkukkan badanku. “Baiklah, silahkan duduk disamping Amber di dekat jendela itu.” Kata Shin seosang  menunjukkan letak bangku yang akan aku tempati nantinya. Bangku itu takterlalu jauh dan tak terlalu dekat dengan papantulis. Tempat yang cukup strategis, menurutku. Ku dudukan diriku, dan Amber –teman sebangkuku- menyapa, “Hi, aku Amber Liu. Panggil saja aku Amber.”

“Hi, Ambel. Kau seolang yeoja?” Tanyaku heran. “Tentu saja! Kau pikir aku namja, eoh?” Tanyanya balik. “Mianhae, aku kila kau benal-benal seolang namja.” Kataku dengan wajah yang sangat menyesal.

“Gwencana, banyak kok yang berpikir seperti itu. Ngomong-ngomong kau dari Busan kah?”

“Bagaimana kau tahu kalau aku dali..”

“Hi, Kyu!” Seru seseorang di depanku memotong perkataanku pada Amber.

Ah,, dia.. “Changmin?” kataku terkaget. Kyuhyun, bagaimana bisa kau lupa kalau Changmin satu kelas denganmu? Dan bagaimana bisa aku tidak melihatnya? Jelas-jelas dia duduk persis di depanku.

“Changmin yang memberitahu kami bahwa kau akan datang. Oya perkenalkan aku Lee Taemin.” Kata seorang namja imut yang duduk di samping Changmin.

Sedangkan Changmin hanya tersenyum lebar, membuat jantungku berdetak lebih cepat. Rrr …. Aku yang aneh atau memang tiba-tiba aku mendadak mendapat serangan jantung? Anii,, aku tak mau mati sekarang!!!.

————-end—————

can i tell you the truth

Title                 : Can I Tell You The Truth

Author             : aiiukiu

Pair                  :  wonkyu changkyu

Disclaimer       : cast bukan milik saya, hanya ff-nya saja hoho

Warning          : BoysLove/ yaoi, OOC, abal, Typo, kaga suka jangan baca aja…

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

“Bangun putri tidur! Simba datang menjemputmu  ”

“YA! CHO KYUHYUN! Bangunlah!”

“Sudahlah Hyung, biar aku yang membangunkannya..”

“Kyu.. ,  bangun baby…”

Kyuhyun POV

‘Mianhe Kyu-ah, aku tidak mencintaimu lagi. mianhe’

‘Siwon hyung, andwe… hyung…!!!’

‘……’

“YA! CHO KYUHYUN! Bangunlah!”

Samar-samar ku dengar suara Heechul hyung

“Sudahlah Hyung, biar aku yang membangunkannya..”

“Kyu..,  bangun baby…”

“mmm….” Erang ku seraya membuka mata ku perlahan

Setelah sepenuhnya terbuka, aku melihat Siwon hyung duduk di sampingku sambil mengelus rambutku. Dan benar saja, teriakan Heechul hyung telak membawa ku kembali ke dunia nyata. Tapi kali ini aku berterimakasih pada Cinderella satu itu, aku takut Siwon Hyung meninggalkan ku.

Yapp.. Siwon hyung namjachingu ku.  Kakak kelas sekaligus ketua OSIS di Sapphire Blue High School. Sekolah  asrama, yang setiap kamar terdiri dari 3-4 orang. Dan aku sekamar dengan Kim bersaudara. Kim Heechul dan Kim kibum. Kim Kibum ialah teman sekelas ku sedangkan kakaknya –Heechul- , dia angkatan terakhir  atau mungkin bisa dibilang ‘tetua’?? hehehe

“Hey.. kau sudah bangun princess?? Lekaslah kau mandi dan kita sarapan bersama di cafeteria. Aku sudah memesan tempat untuk kita berdua.” Kata Siwon hyung yang masih setia membelai rambutku. Namun tiba-tiba aku merasakan jarak ku dengan Siwon hyung semakin dekat.

“YA! hyung, apa yang akan kau lakukan?” Kata ku dan refleks mendorong Siwon hyung menjauh.

“Tentu saja morning kiss baby..”  jawabnya sambil menunjuk bibirnya.

“Ta..tapikan aku … a,, aku belum mandi hyuuuung…” kata ku dengan mengambil langkah seribu ke kamar mandi.

Kyuhyun POV end

 

Siwon POV

“Ta..tapikan aku … a,, aku belum mandi hyuuuung…” katanya dengan mengambil langkah seribu ke kamar mandi. Huft, itulah kyuhyun, Babykyuku, namjachinguku. Setiap aku minta kecupan sedikit saja, ia selalu punya alasan ‘tuk menghindar. Kau tahu, terkadang aku ragu akan perasaannya padaku.

.

Aku duduk di pinggir ranjang milik Kyuhyun saat ia mandi. Di kamarnya memang sudah tidak ada orang, karena Kim bersaudara telah ke cafeteria sejak tadi. Setelah beberapa menit kemudian, aku melihatnya keluar  dari kamar mandi. Walaupun dia baru saja mandi, masih terlihat kantung hitam besar di bawah matanya. Ah.. sejak kapan dia suka tidur larut malam??

“Kyunnie, jam berapa kamu tidur?”

“Mmm,, aku lupa hyung.. mungkin jam 1 malam. Wae?”

“Sejak kapan BabyKyu ku suka tidur malam hm.. Lihat matamu berubah jadi panda.” Kata ku sambil membelai lembut kantung matanya.

“Jeongmalyo hyung? Astaga …” Jawabnya tanpa melakukan apapun. Dasar,  anak ini..

“Apa yang kau lakukan hyung? Nanti Chullie hyung marah lagi.. ” katanya saat aku mengotak – atik kotak ‘kosmetik’ milik Cinderella itu.

“Tidak akan Baby, aku hanya akan meminjam ini”

“Untuk apa kau meminjamnya, toh kau tak membutuhkannyaaa… a,, a..apa yang kau lakukan hyung?”

“Kau terlalu banyak bicara Cho Kyuhyun. Bukan aku yang butuh, tapi kamu Kyunnie. Aku tak mau lihat mata panda di mata indahmu ini, arra??” Kataku menyela perkataanya. Sekilas aku melihat pipinya bersemu merah. Aish,, Kyu kau membuatku ingin melahapmu sekarang juga.

Siwon POV end

 

—aiiu—

 

Seusai  sarapan bersama Siwon, Kyuhyun langsung pergi ke kelasnya -X A2-, Siwon tidak mengantarnya karna ada urusan. Saat ia masuk kelas, sorot matanya tertuju pada seorang namja bertubuh tinggi menyerupai tiang listrik yang berdiri di samping Kibum.

“Pagi Kibum-ah” Sapanya

“Pagi Kyuhyun-ah” Jawab Kibum dengan menyunggingkan ‘killer smile’-nya

“YAK! CHO KYUHYUN. Kenapa kau tak menyapaku? Kau tak melihatku atau apa hah!?!” Marah seorang namja tinggi itu

“Emang kita pernah ketemu?” jawab Kyuhyun

“Apa yang kau bilang hah? Dasar Evil!! Jadi ini pembalasanmu gara-gara kalah main tadi malam hah? Huh dasar childish!!” bentak Changmin –nama namja tinggi itu-

“ Childish kau bilang? Memang kau sendiri apa Shim Changmin? Dasar monster tiang listrik!”

“YAK! Kenapa kau mengejekku hah, dasar evi….”

“Sudah-sudah, jika kalian ingin ribut jangan di depanku dong. Bikin pusing aja! Kyu,  Jadi tadi malam kau ke kamar sebelah cuman main game? Jam berapa kau pulang?” kata Kibum memotong perkataan Changmin.

Yaap, kamar Shim Changmin terletak di sebelah kamar Kyuhyun. Ia –Changmin- tinggal bersama kakaknya –Shim Jaejoong, sekelas dengan Heechul-. Mereka murid pindahan 2 minggu lalu, makanya hanya tinggal berdua saja. Hanya saja,  Changmin tidak sekelas dengan Kyu dan Kibum. Ia selalu ke kelas A2  untuk menemui Kyuhyun dan Kibum. Karna hanya mereka berdualah teman dekat Changmin.

“Aku tak tahu, mungkin jam 1 malam Bum-ah, wae?” jawab Kyuhyun sekenanya

“Mana mungkin! Kau keluar kamarku saja jam 3 pagi.” Sela Changmin, sedangkan yang disela hanya meringis sabil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Huft.. pantas saja, untung saja Heechul hyung tidur cepat tadi malam. Kalau tidak aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padamu, Kyu”

“Haahahaa.. itu takkan terjadi jika kau tak mengadukanku Kibum-ah.”

“Lalu, bagaimana dengan si ketua OSIS? Kau tahukan aku dekat dengannya, secara… ”

“Kibum-ah, aku tahu jabatanmu sebagai bendahara OSIS disini, tapi aku mohon jangan beritahu Siwon hyung,  Jebal..” kata Kyuhyun dengan puppy eyes nya.

“Apa imbalan yang akan kau berikan kepada ku Kyuhyunnie?”

“Mmm.. aku akan memberimu..mmm… Changmin. Iya aku akan memberimu Shim Changmin.” Kata Kyuhyun sambil melirik Changmin

“YAK!!! Kenapa aku dibawa-bawa, lalu apa hubunganmu dengan Ketua OSIS itu CHO KYUHYUN-sii?” Tanya Changmin penasaran

“Kau tak tahu Changmin-sii?  Siwonnie itu namjachingu Kyunnie. Entah dari sudut pandang mana Gentleman Siwon itu menilai Kyu-ah hingga dia rela melakukan apa saja demi si evil satu ini.” Terang Kibum yang memang berasal dari hatinya itu, walau kedua orang di depannya menganggap hanya bercanda.

“Hahahaha.. itu benar Changmin-sii, jadi hati-hati jika kau dekat denganku.” Kata Kyuhyun dengan nada brcanda

“Eh,he..he.. mm sepertinya hampir bel masuk. Aku kembali ke kelas dulu ya Kibum-ah, Kyu.” Kata Changmin dengan senyum yang terlihat dipaksakan.

‘Jadi aku sudah terlambat yaa, Kyuhyun-ah?’ gumam Changmin setelah keluar dari kelas kyuhyun -X A2-.

—aiiu—

 

Siwon POV

Ah.. akhirnya selesai juga pelajaran hari ini. Kalian pasti tahu yang akan ku lakukan bila weekend tiba. Yapp tentu saja kencan dengan namjachingu ku tercinta, hanya ada aku dan baby Kyu. Ah.. tak sabar rasanya ingin segera menghabiskan waktu itu bersama.

Aku  bergegas menuju kelas Kyuhyun, namun aku merasakan ada seseorang menarik tanganku hingga aku terjembab (?) ke belakang.

“Zho..Zhoumi! apa yang kau lakukan, mau cari masalah HAH?” teriak ku marah pada Zhoumi, orang yang dengan tidak etisnya menarik tanganku.

“Kau mau kemana Siwon-sii, seharusnya kau memberi contoh yang baik sebagai ketua OSIS di sini. Lagi pula aku cuma ingin mengingatkan ada rapat OSIS sebentar lagi, kau pasti lupa.” Kata Zhoumi memasang tampang innocentnya

“Ani.., aku justru mau ke ruang OSIS untuk menyiapkan semua bahan keperluan rapat itu.” Jawabku, walau sebenarnya aku benar-benar lupa akan rapat itu. Terimakasih wakil ketua OSIS, kau telah merusak acara weekend ku secara tidak sengaja.

“Kalau begitu kajja kita kesana bersama..” ajak Zhoumi dengan menyunggingkan shinning smile-nya”

Siwon POV end

Sejak bel penanda berakhirnya pelajaran berbunyi, seorang namja manis berambut coklat madu menyunggingkan senyum yang menurut orang-orang di sekitarnya ‘aneh’. Terang saja seorang Cho Kyuhyun yang pendiam dan jarang menampilkan ekspresinya, kini tersenyum dengan wajah yang berseri .

“Aku tahu maksud senyuman yang terpatri di wajahmu itu, Kyu.” Kata Kibum sambil memasukkan buku-bukunya ke dalam tas. “Tapi… apakah Siwon hyung tidak memberitahu mu ada rapat OSIS hari ini?”

Terlihat senyum itu memudar di wajah Kyuhyun. ‘Apa iya ada rapat hari ini? Kenapa Siwonie hyung tidak memberitahu ku?’ gumamnya sambil mengecek ponselnya.

“Ya, Kibum-ah. Kau pasti berohong padaku. Iyakan?” katanya menoleh pada Kibum di sampingnya.

“Kalau kau tidak percaya, Tanyakan saja pada Ketua.” Diam sejenak karna berdiri. “Bye Kyu-ah, aku duluan..” kata Kibum meninggalkan namja manis yang sedang menencet nomor yang akan dihubunginya.

Kyuhyun POV    

Aku tidak percaya omongan Kibum itu. Masa iya ada rapat sedangkan Siwonnie hyung janji menemaniku beramain di pasar malam.

‘tuuut….tuuut….tuuuut’

‘yeoboseo, Kyuhyunnie?’

“Ne Siwonnie hyung. Hyung apa kita jadi ke pasar malam sekarang?” tanyaku langsung ke pokok permasalahan setelah ku dengar suaranya menyapaku di telepon

‘Oh…. Mianhe baby, aku ada rapat hari ini. Mianhe aku lupa memberi tahu mu…’

“……” Jadi perkataan Kibum benar adanya. Mian Kibum-ah, aku tidak mempercayaimu…

‘Baby…  kau marah?’

“Eh,, A..ani..” kataku terbata saat Siwon hyung menyadarkanku

 ‘Lalu, kenapa kau diam saja? Kau tak memaafkanku?’

“Apa yang kau bicarakan Siwon hyung, tentu aku memaafkanmu. Gwenchana hyung, aku akan pergi kesana sendiri..”

‘Tunggu aku disana. Aku akan kesana setelah rapat ini selesai. Arraseo?’

“Arraseo hyung. Bye.. ”

‘Bye chagi..’

‘piip’

aku mematikan handphone ku dan langsung menuju ke pasar malam tempat di mana aku dan Siwonnie hyung akan bertemu.

.

.

Sesampainya di sana,aku mencoba satu persatu wahana yang telah disajikan. Hingga tanpa sadar cahaya matahari berubah menjadi cahaya lampu-lampu yang bersinar terang. Baiklah sudah hampir 3 jam aku bermain sambil menunggu Siwon hyung. Dan tinggal 1 wahana lagi yang belum ku coba. Bianglala. Itulah wahana yang sbenarnya ingin ku naiki bersama Siwon hyung. Namun karna dia tak kunjung datang dan waktupun tak mengijinkanku terlalu lama disini, akhirnya aku mengambil antrian wahana yang lumayan sedikit peminatnya itu.

Disaat aku mulai berada di puncak, tiba-tiba seluruh cahaya di pasar malam tersebut mendadak mati. Yang kurasakan hanya ketakutan dan kegelapan yang mencekam. Aku membuka ponselku tuk mendapatkan sedikit cahaya. Tanpa ku sadari, aku  memencet beberapa nomor dan tersambung

‘tuuut…tuuut…tuuut..’

‘tuuut.. Yeoboseo?  kyuhyun-ah?’

Aku mendengar suara seseorang dari ponselku, “Yeo…yeoboseo..” jawabku. Kurasakan suaraku mulai bergetar dan air mataku mulai mengalir

‘Kyu-ah, ada apa menelponku?’

“Changmin…?” kataku setelah mengenali suaranya

‘Ne, siapa lagi?? Cepat katakan apa yang ingin kau katakan atau ku tutup!’

“Minnie… Tolong aku… Aku takut Min, hiks.. ”

‘Yak Kyu, apa yang terjadi? Kau dimana?’

“Aku di atas Bianglala Min, aku tidak tahu kenapa tiba-tiba semuanya gelap. Hiks.. aku takut Min, tolong aku, hiks..hiks..” kataku mulai menangis

‘Bianglala? Kau ke pasar malam, sendirian?? Baiklah Kyu, aku segera kesana.. ujilma ne, tunggu sebentar lagi’

“Cepat Min,hiks.. aku takut, hiks..”

‘ujilma Kyunnie, aku kesana sekarang’

‘piiip’ Changmin memutuskan sambungannya.

Aku membiarkan cahaya handphone menerangi kegelapan di sekitarku, hingga sekitar  5 menit kemudian kurasakan ponsel bergetar tanda seseorang menghubungiku. Changmin menelponku.

“Yeo.. yeoboseo..?” kataku dengan suara yang lirih

‘Yeoboseo, Kyuhyun-ah. Sebentarlagi seseorang akan mengeluarkanmu dari sana. Kau baik-baik saja?’

“Ne, g..gomawo Minnie-ah”

‘cheonmanyo Kyu-ah’

Dan tak lama seseorang mengeluarkan dan menurunkanku dari wahana mengerikan tersebut.

“Mianhamnida Tuan, tiba-tiba terjadi konslet di sumber listrik utama.” Kata seseorang sesampainya aku dibawah. Aku hanya mengangguk memaafkannya.

Kyuhyun POV end

 

Setelah petugas yang menurunkan Kyuhyun pergi, seseorang bersuara di belakang Kyuhyun . “Kyu-ah, gwenchanayo?” Tanya-nya. Kyuhyun menoleh ke belakang dan menemukan sesosok Changmin dengan raut muka yang tampak khawatir. “Minnie…” Kata Kyuhyun dan menarik namja tinggi itu ke dalam pelukannya.

“Minnie.. aku takut, hiks..” isak Kyuhyun dalam dekapan Changmin. Changmin merasakan bahunya mulai basah. “Ssstt… ujilma Kyu, aku ada disni. Ssst..” Changmin menenangkan Kyuhyun dengan menepuk-tepuk punggungnya lembut.

“Sekarang kita pulang, nee?” Ajak Changmin setelah melepas pelukannya. Sedang yang ditanyi hanya mengangguk pelan.

.

.

-Seampainya di asrama-

“Min, bolehkah aku menginap di kamarmu?” Tanya Kyuhyun saat  sampai di depan kamarnya. “Tentu saja Kyu-ah,lagipula tempat tidur kamarku kelebihan satu kan?” kata Changmin dan mengacak-acak surai madu milik Kyuhyun.

Saat mereka masuk kamar, “Darimana kamu, Min?” Tanya Jaejoong.

“Mmmm..dari.. dari..”

“Dari pasar malam hyung,” Jawab Kyuhyun saat Changmin belum selesai.  Saat itu juga ia mengangguk membenarkan jawaban Kyu

“Oh.. Kyu, kau pucat sekali, kau sakit?” Tanya Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng.

“Oya Jae hyung, Kyu menginap disni malam ini.” Kata Changmin diiringi anggukan Kyuhyun. “Bolehkan hyung?”

“Tentu saja Kyu, sekarang istirahatlah Kyu, kau juga Min!”

“Ne hyung,..”jawab kedua namja itu bersamaan.

—aiiu—

-Keesokan harinya-

“CHOI SIWON-sii, kau tak tahu dimana Kyuhyun?” teriak Heechul di depan pintu kamarnya.

“Bukankah kemarin dia bersamamu ke pasar malam hyung?”  Kibum pun ikut bersuara.

“A..aku, aku sudah membatalkannya, tapi dia tetap saja nekat pergi sendiri kesana..” Jawab Siwon dengan raut muka terpukul. “Seharusnya aku langsung menyusulnya kemarin. Kenapa aku bodoh sekali…!!” katanya lagi

“Lalu,, kenapa kau tak menyusulnya Siwon-ah?” Tanya Heechul , sedangkan dongsaengnya-Kibum- melangkah keluar kamar

“Aku ada rapat OSIS hyung, dan itupun aku pulang larut, aku pikir dia sudah pulang. Dan saat aku menghubunginya, nomornya sudah tidak aktif . aku pikir dia sudah tidur. Tapi sampai sekarang pun ponselnya tak bisa ku hubungi..”

“Chuliie-ah, waeyo? Kenapa pagi-pagi kau sudah marah-marah hmm?” Tanya Leeteuk yang terbangun akibat suara ‘menggelegar’ sang cinderella *digampar petals*

“Kyuhyun sampai sekarang belum pulang dari pasar malam Teukie-ah.  Semua gegara namja bodoh satu ini!” *mianhe siwon oppa*

“Eh? Bukankah terjadi konsleting disana?”

“Jangan bercanda kau Teukie-ah, mana mungkin hal bodoh itu terjadi..”

“Mana pernah aku bohong Chullie-ah.” Mereka bertiga diam. Leeteuk melihat ekspresi wajah Siwon yang memucat. “Tenang Siwon-ah, aku yakin Kyuhyunnie baik-baik saja.”  Katanya menengkan

“Mana bisa hyung, tak mungkin aku tenang. Kyuhyun benci gelap.” Jawab Siwon dengan nada frustasi

“Tenanglah hyungdeul. Wonnie hyung, Kyunnie baik-baik saja.  Dia sedang tidur.” Kata Kibum setelah keluar dari kamar Shim bersaudara

“Darimana kau tahu Bum-ah?” Tanya Siwon dan dijawab dengan lirikan Kibum yang mengarah ke kamar tersebut. Dengan kekuatan kuda (?) Siwon melesat menuju kamar yang dimaksud oleh Kibum. Dan terlihat dengan jelas namja yang dikhawatirkannya sedari kemarin malam. Dengan langkah perlahan, dia mendekati namja bersurai coklat madu itu tanpa membangunkannya ia membelai dan mencium pucuk kepala Kyuhyun. Dia tak ingin kehilangan namja yang teramat berharga bagi dirinya itu lagi.

 

–ayano–

“Wonnie-ah, biarkanlah Kyuhyun istirahat. Tadi malam dia puncat sekali. Kau juga terlihat kacau,istirahatlah. Nanti setelah Kyuhyun bangun, kau ku kabari.” Suruh Jaejoong setelah kembali dari cafeteria dengan Heechul, Kibum dan Leeteuk.

–ada yang  tanya sejak kapan mereka berempat pergi ke cafeteria? Mereka pergi setelah Siwon masuk kamar Shim bersaudara. Tepatnya 1 jam yang lalu-  oke, back to story–

“Baiklah Jae hyung, aku akan kembali ke kamarku. Trimakasih sudah menjaganya tadi malam hyung.”

“Ne, cheonmanyo Siwon-ah.” Balas Jaejoong dengan melukiskan senyuman di wajahnya seraya melihat Siwon pergi.

Tak lama setelah Siwon meninggalkan kamar Shim bersaudara, dengan perlahan Changmin membuka matanya. “Hoaamm…”  erang Changmin saat duduk di pinggir kasur empuk miliknya. Matanya langsung menuju pada seseorang yang tengah tidur di ranjang samping tempat tidurnya.

“Kau sudah bangun Min?” Tanya Jaejoong yang menyadari namdongsaengnya itu bangun

“Kyuhyun belum bangun sedari tadi hyung?” Kata Changmin tanpa menghiraukan pertanyaan hyungnya itu

“Belum, Sudah sana mandi..! Kau juga belum sarapan kan, apa kau tak lapar?”

“Lapar sih hyung…. Bisakah kau bangunkan dia selagi aku mandi hyung? Aku yakin dia pasti sangat lapar..” Kata Changmin saat melangkahkan kaki jenjangnya ke kamar mandi serta melirik namja manis yang dimaksudkannya.

“Arra, arra.. Sudah sana mandi dulu!! Kau bau Shim Changmin.”

“Bau-Bau gini tetap namdongsaeng tersayangmu kan hyung? Hehehehe…”

“Ya! Cepat sana mandi..!! Akupun takmau punya dongsaeng jorok sepertimu..” Kata Jaejoong dengan mendorong namja di depannya itu masuk kamarmandi.

–ayano–

Sementara Changmin membersihkan diri, Jaejoong berusaha membangunkan namja yang tengah terlelap itu. “Kyuhyun-ah, bangun sudah pagi! Apa kau tak lapar?” “Hey, Kyu-ah palli..!!” Katanya sambil mengguncang- guncangkan tubuh mungil Kyuhyun. Hingga akhirnya sang namja manis itu bergerak tanda akan bangun dari buaian mimpi indahnya.

“emmm….”Erang Kyuhyun. Perlahan ia membuka matanya dan menemukan sosok Jaejoong yang berhasil membangunkannya. “Pagi hyung..!” Sapanya

“Pagi Kyu..” “Sudah bangunkan? Sekarang kembalilah ke kamarmu Kyu, Heechul mengkhawatirkanmu.” Kata Jaejoong sambil mengelus-elus pucuk rambut halus Kyuhyun

“Ne hyung… gomaweoyo sudah mengijinkanku menginap disini.”

“Cheonmanyo Kyunhyun-ah.. Kajja kembali. Temui Cinderella kita itu, betapa annoying-nya dia mendengar kau menghilang. Ah… seandainya kau ada disana tadi!” Kata Jae sambil mengingat kejadian saat ia dikantin tadi. “Hahahaha… maafkan aku hyung, aku lupa member tahu Heechul hyung tadi malam.”

 

Kyuhyun POV

“Hahahaha… maafkan aku hyung, aku lupa member tahu Heechul hyung tadi malam.” “Ya sudah hyung aku langsung kembali ke kamar.” Kataku langsung beranjak dari ranjang menuju pintu.

“Ne.. Oya, cepat mandi dan sarapanlah dengan Changmin” Kata Jae hyung mengantarkanku hingga depan pintu. “Ne hyung, aku permisi dulu, annyeong..”

Sudah ku siapkan mental ‘tuk hadapi smua omelan-omelan Chullie hyung, aku tahu dia bersikap sperti itu terhadapku untuk menunjukan bahwa dia juga sayang dan menganggapku sebagai adik kandungnya sendiri. Yaa.. walaupun terkadang berlebihan sih, kurasa. Disaat aku membuka pintu kamar, kudapati seorang Kim Heechul tengah berdiri di depan pintu dengan wajah yang sulit dijelaskan.

“Kau senang sudah membuatku khawatir eoh? Darimana saja kau?” Tanyanya langsung.

“Maafkan aku hyung, aku tak bermaksud membuatmu khawatir , a.. aku hanya tak mau merepotkanmu hyung.”

“Lalu kenapa tak mengabari ku atau Kibum, eoh?”

“Maafkan aku hyung, ponselku mati dan…” “Sudahlah hyung, yang pentingkan sekarang Kyuhyun tidak kenapa – kenapa, mungkin dia membutuhkan waktu menyendiri, toh lagi pula dia hanya di kamar sebelahkan?” kata Kibum menyela perkataanku.

“aahh,,, baiklah,  Cepat mandi dan sarapan aku takmau kau merepotkanku lagi karna sakit!”  suruh Heechul hyung kepadaku.

Kyuhyun pov end

—-skip time—–

Saat ini Changmin dan Kyuhyun sedang makan bersama.  Suasana disana sangat santai namun tidak untuk kedua pasang namja yang duduk berhadapan ini. Sunyi.. sampai namja berwajah manis ini memulai pembicaraan.

“Changminnie, mian sudah merepotkanmu juga Jae hyung. Dan gomawo atas smuanya..” kata Kyuhyun dengan menundukan kepala menatap makanannya walau sedari tadi tak kunjung dilahapnya.

“Sudahlah Kyu, kita teman kan… sebagai teman kita harus saling membantu dalam suka maupun duka, nee?” jawab namja dengan tinggi diatas rata-rata itu dengan senyum yang menawan,

“Hey, kau tak lapar? Ayo makan makananmu, atau mau aku embat tuh makanan. Atau…. jangan-jangan kau minta aku suapi? Hahahaha…”

“Yak.. Namja tiang listrik! Apa isi kepalamu hanya makanan, hah? Ini jatahku! kalau kau mau, ambil sendiri sana!”

“Nah.. gitu dong! Akhirnya evilkyu kembali hoho…  Aku tak akan mengambil jatahmu evilkyu, lagipula hot chocolate mu tak bisa dipanggil hot lagi, melainkan coldchocolate.. mau ku ambilkan yang baru?”

“Kau perhatian sekali monster food ^^ jangan lama-lama nee.. gomawo monsterfood~ hehehe…”

“Huft.. ne, ne…”

Setelah Changmin pergi mengambil hot chocolate untuk Kyuhyun, sang namja manis rambut ikal itu melahap makanan yang sedari tadi ia diamkan. Saat sedang asyiknya mengunyah, dihadapannya duduk seorang namja tinggi, kekar dan wajahnya menyiratkan rasa lega, senang, sekaligus kecewa dan khawatir.

“Babykyu..”

“uhuk..uhuk.. Si..won.. Siwon hyung?” Kyuhyun tersedak saat menyadari Siwon tiba-tiba berada dihadapannya.

“Kau baik-baik saja, tidak terjadi apa-apakan tadi malam, kenapa tak menghubungiku? Kau tau aku sangat khawatir padamu..?” Runtuk Siwon pada Kyuhyun, dan Kyu pun tak menggubrisnya. Entahlah dia tetap melanjutkan makannya tanpa ada niat menjawab pertanyaan Siwon.

“Kenapa diam saja Kyu? Kau marah, eoh?”

“……..”

“Kyu, Baby.. maafkan aku, aku tidak menemuimu disana. Aku pulang malam dan aku kira kau sudah pulang. Kau pun tak bisa ku hubungi. Kenapa mematikan ponselmu hmm?” Kata Siwon, namun hasilnya nihil. Kyuhyun masih tetap kukuh dan acuh tak acuh pada Siwon.

“Aku mohon Kyu, bicaralah.. aku tau kau marah padaku, maafkan aku nee?”  pinta Siwon dengan memegang kedua tangan Kyuhyun. Sentak Kyuhyunpun menghentikan aktivitas makannya dan beralih memandang Siwon.

“Kyu, hot chocolate nya habis. Tinggal.. eh, Siwon-ssi.. mmm.. a,, aku pergi dulu Kyu..”  Changmin datang membawa susu coklat ditangannya.tapi dia buru-buru pergi saat mengetahui ada Siwon disana.

“Minnie, tunggu!” Kata Kyuhyun dan segera menarik kedua tangannya dari genggaman Siwon.

Kyuhyun menghampiri Changmin yang berjalan terlebih dahulu. Saat Kyuhyun berada di samping Changmin, dengan sigap Kyuhyun menarik tangan Changmin dan membawanya pergi dari cafetaria. Harus diakui Changmin memang menyukai atau bisa dibilang mencintai  namja evil ini saat pertama bertemu. Namun pupus sudah saat mengetahui namja yang mengambil hatinya telah memiliki namjachingu.

Changmin yang tidak tahu apa-apa hanya mengikuti Kyuhyun, sampai akhirnya mereka tiba di sebuah taman yang berada diantara sekolah dan asrama. Mereka duduk di bangku yang cukup rindang bercat merah maroon. Ingin rasanya Changmin menanyakan apa gerangan Kyuhyun menjauhi Siwon, secara Siwon adalah namjachingunya. Apa mereka bertengkar? Lalu apa penyebabnya? Apa karna ia menjemput Kyuhyun saat di pasar malam tadi malam? Tapi bukankah Kyuhyun sendiri yang menyuruhnya datang? Itulah pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi pikiran Changmin. Sampai akhirnya ia mendengar isakan dari sebelahnya.

“Ky..kyu, kau menagis?” changmin terkejut mendengar isakan kecil tersebut. Namun namja manis itu hanya menggeleng pelan. “Ssshh.. sudahlah, kalau kau ingin menangis, menangis saja. Keluarkan semua keluh kesahmu.” Kata Changmin dengan memegang dagu Kyuhyun, mengangkatnya yang sedari tadi tertunduk.

Dengan sekejap Kyuhyun menarik Changmin dalam pelukannya. Menyembunyikan wajahnya di bahu milik namja tinggi itu dan mulai menangis sejadinya. Dan yang dilakukan Changmin hanya mengelus punggung Kyuhyun menyalurkan kehangatan untuknya. Iapun merasakan rasa sakit melalui isak tangis yang didengarnya itu. “Ssstt… keluarkan semuanya Kyu. Keluarkan jika kau merasa lebih baik”  Changmin smakin mengeratkan pelukannya.

Tak lama, Kyuhyun pun merasa lebih baik, ia mulai melepaskan pelukannya. Mengerti akan gerak namja yg dipeluknya itu, Changmin melepaskan pelukannya dan menangup kedua tangannya di pipi cubby Kyuhyun.  Menghapus air mata yang masih senantiasa mengalir di pipi cubby namja yang ia sayangi itu.

“Sudah merasa lebih baik?” tanya Changmin dengan menyunggingkan senyuman khasnya. Yang ditanya hanya mengangguk lemah. “Kalau begitu berhentilah menangis, masa seorang evilkyu menangis, hmm?” Changmin mencoba tuk menghibur teman se-evilnya itu.

“Di..am ka..u Shim Cha..ng…min” Kata Kyuhyun dengan nada yang parau. “Hahahaha.. oke aku akan diam. Tapi sebelumya minum dulu nih susu coklat mu, keburu dingin.” kata Changmin dan menyerahkan susu coklat yang sedari tadi ia bawa.

“Ini sudah dingin pabbo! Aku tidak mau!”

“Aish, kau ini. Sudah capek-capek aku mengambilkan susu coklat untukmu, sekarang apa balasanmu evil? Kau membuangnya!”

“Salah sendiri, siapa suruh kau mengambilkannya untukku?”

“Nee, nee. Dari awal memang smua salahku.”

“Nah, gitu kau sadar! Hah.. Min, ayo maen game!”

“hn, Kau mau di kamarku atau di kamarmu?”

“Tentu saja kamarmu, kau mau dimarahi cinderella yang bertransformasi jadi neneklampir itu, eoh?”

“hahaha… gitu-gitu dia hyung roommate mu Kyu”

.

–ayano–

.

Sesampainya di lorong asrama, Kyuhyun terkejut mendapati sesosok namja tinggi, kekar berada di depan pintu kamar yang ia tempati. Siwon, dialah namja yang sedaritadi menunggu Kyuhyun kembali kekamarnya. Kyuhyun ingin menghidari Siwon dan langsung melesat ke kamar Changmin. Tapi, satu-satunya jalan menuju kamar Changmin hanya lewat sini. Di depan kamarnya sendiri.

Kyuhyun pun berjalan acuh tak acuh, seolah tak ada orang yang di sana. Changmin yang berada disamping Kyuhyun pun terheran-heran melihat sikap Kyuhyun. Namun, ia tetap diam tak ingin bertanya apapun. Takut.

“Kyu, segitu bencikah kau kepadaku hingga kau tak mau berbicara padaku?”

Mendengar ucapan Siwon Kyuhyun yang sudah berada di depan pintu kamar Changmin berhenti. Kaku.

“Kyu, aku mohon, maafkan aku..”

 

To Be Continue…      ^^ aiiukiu ayano^^